artikel

Senin, 02 Agustus 2010

Pengantar Geografi

MODUL 1

HAKEKAT GEOGRAFI

Folded Corner: Standar Kompetensi

Kompetensi dasar             :  

:  
 Memahami konsep,  pendekatan,  prinsip dan aspek  geografi

Menjelaskan pengertian dan obyek geografi
Menjelaskan  pendekatan    geografi 
Menjelaskan    prinsip    geografi
Mendeskripsikan  aspek geografi
 







PENDAHULUAN
Bila Anda ditanya apa geografi itu, atau apakah geografi itu ilmu bumi, atau apakah geografi itu hanya sekedar ilmu yang mempelajari dan menghafalkan nama-nama tempat di muka bumi?. Tentu jawaban anda akan bervariasi dengan teman-teman Anda  untuk menjawab pertanyaan diatas. Jawaban yang bervariasi menunjukkan pemahaman yang belum jelas mengenai hakekat geografi. Pada Modul ini Anda akan mendapatkan pengetahuan berkaitan dengan karakteristik geografi dan bagaimana mempelajari geografi.
Modul ini  dibagi menjadi  2 (dua) kegiatan pembelajaran yaitu :
  1. Pengertian, pendekatan dan obyek geografi
  2. Prinsip, konsep dan aspek geografi
          Tahapan pembelajaran tersebut dibuat berurutan dan berkaitan , sehingga jika Anda sudah menguasai bagian pembelajaran pertama, baru diperbolehkan belajar yang kedua dan berikutnya. Anda tidak dianjurkan untuk langsung mempelajari  pada bagian pembelajaran yang lanjut tanpa menguasai bagian sebelumnya.Untuk dapat menguasai modul ini dengan baik ,ikuti petunjuk sebagai berikut ,
  1. Bacalah secara cepat bagian-bagian penting dari tiap proses pembelajaran dan secara berurutan
  2. Ulangi membaca tetapi lebih seksama , mulailah dari membaca tujuan pembelajaran agar Anda mengetahui sasaran apa yang akan di capai dalam pembelajaran ini.
  3. Lanjutkan dengan membaca materi, setelah itu buatlah ringkasan berupa peta pemikiran.
  4. Bandingkan materi utuh dengan peta pemikiran , apakah sudah bersesuaian ?
  5. Setelah itu ,kerjakan tugas dan latihan !.
          Pembelajaran ini akan lebih berhasil jika Anda juga mempelajari sumber belajar lain baik dari buku dan langsung dari alam. Waktu yang digunakan untuk mempelajari modul ini adalah 3 (tiga) jam pelajaran , dan ditambah 1 jam untuk mengerjakan latihan ulangan. Semua bahan pembelajaran yang Anda akan pelajari dibuat sederhana dan mudah, sehingga Anda akan berhasil. Selamat menikmati keberhasilan Anda !


KEGIATAN PEMBELAJARAN 1
 
 

Pengertian, Pendekatan dan Obyek Geografi
Setelah mempelajari bagian ini , Anda diharapkan dapat,
  1. Menjelaskan pengertian geografi yang disepakati para pakar geografi
2.       Menjelaskan pendekatan dan obyek geografi
Sudahkah Anda mengenal geografi dengan benar? Apa yang ada dibenak Anda mengenai geografi? Apakah hanya sekedar Ilmu Bumi atau bagaimana?. Sebelum mendefinisikan geografi, salah satu kesalahan konsep yang umum terjadi adalah masyarakat memandang geografi hanya sebagai studi yang sederhana tentang nama-nama suatu tempat di permukaanbumi. Akibat dari pemahaman seperti itu menyebabkan terjadinya pengurangan terhadap makna dari hakekat geografi. Geografi menjadi pengetahuan untuk menghafalkan tempat-tempat dimuka bumi, sehingga bidang ini menjadi kurang bermakna untuk kehidupan. Geografi sering juga dipandanng identik dengan kartografi atau membuat peta. Dalam prakteknya sering terjadi para geograf sangat trampil dalam membaca dan memahami peta, tetapi tidak tepat jika kegiatan membuat peta sebagai profesinya.

1.1. Pengertian Geografi
Kata geografi berasal dari geo=bumi, dan graphein=mencitra. Ungkapan itu pertama kali dikemukakan oleh Eratosthenes yang mengemukakan kata “geografika”. Kata itu berakar dari geo=bumi dan graphika=lukisan atau tulisan. Jadi kata geographika dalam bahasa Yunani, berarti lukisan tentang bumi atau tulisan tentang bumi. Istilah geografi juga dikenal dalam berbagai bahasa, seperti geography (Inggris), geographie (Prancis), die geographie/die erdkunde (Jerman), geografie/ aardrijkskunde (Belanda) dan geographike (Yunani).
Bertahun-tahun manusia telah berusaha untuk mengenali lingkungan di permukaan bumi. Pengenalan itu diawali dengan mengunjungi tempat-tempat secara langsung di muka bumi, dan berikutnya menggunakan peralatan dan teknologi yang makin maju. Sejalan dengan pengenalan itu pemikiran manusia tentang lingkungan terus berkembang, pengertian geografi juga mengalami perubahan dan perkembangan. Pengertian geografi bukan sekedar tulisan tentang bumi, tetapi telah menjadi ilmu pengetahuan tersendiri di samping bidang ilmu pengetahuan lainnya. Geografi telah berkembang dari bentuk cerita tentang suatu wilayah dengan penduduknya menjadi bidang ilmu pengetahuan yang memiliki obyek studi, pendekatan, prinsip, aspek dan konsep-konsep sendiri sehingga mendapat tempat ditengah-tengah ilmu lainnya.
Berkaitan dengan kemajuan itu, konsep geografi juga mengalami perkembangan. Banyak pakar memberikan pengertian yang menurut konsep masing-masing. Modul ini hanya akan mengangkat pengertian geografi menurut kesepakatan para pakar geografi Indonesia dan bukan pernyataan satu orang pakar. Hasil Semiloka Geografi di Semarang (1988) merumuskan, bahwa geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang (pendekatan) keruangan (spasial), kelingkungan (ekologi) dan kewilayahan (komplek wilayah) . Pemahaman mengenai pengertian ini penting karena berkaitan dengan obyek geografi dan pendekatan geografi. Tabel berikut akan menguraikan definisi geografi tersebut.
Tabel 1.1. Penjabaran Pengertian, Obyek dan Pendekatan Geografi

G E O G R A F I

ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer
dengan sudut pandang (pendekatan) keruangan (spasial), kelingkungan (ekologi) dan kewilayahan (komplek wilayah)


Obyek geografi adalah geosfer

Sudut pandang /pendekatan geografi adalah
·          keruangan (spasial),
·          kelingkungan (ekologi) dan
·          kewilayahan (komplek wilayah)

Obyek yang dipelajari di geografi adalah geosfer

Cara mempelajari obyek geografi dengan cara
·          keruangan (spasial),
·          kelingkungan (ekologi) dan
·          kewilayahan (komplek wilayah)

Obyek material geografi adalah geosfer

Obyek formal geografi adalah
·          keruangan (spasial),
·          kelingkungan (ekologi) dan
·          kewilayahan (komplek wilayah)

Geosfer terdiri atas
·          Litosfer (lapisan tanah dan batuan)
·          Hidrosfer (lapisan perairan)
·          Atmosfer(lapisan udara)
·          Biosfer (bagian kehidupan flora dan fauna)
·          Antroposfer(bagian kehidupan manusia)

·          Keruangan(spasial) menekankan perbedaan wilayah
·          Kelingkungan(ekologi) menekankan keterkaitan  makhluk hidup dengan wilayah
·          Kewilayahan(komplek wilayah) menekankan keterkaitan antar wilayah


1.2. Obyek Geografi
Setiap disiplin ilmu memilki obyek yang menjadi bidang kajiannya. Obyek bidang ilmu tersebut berupa obyek matrial dan obyek formal. Obyek material berkaitan dengan substansi materi yang dikaji, sedangkan obyek formal berkaitan dengan pendekatan (cara mempelajari) yang digunakan dalam menganalisis substansi (obyek material) tersebut.
Pada obyek material, antara bidang ilmu yang satu dengan bidang ilmu yang lain dapat memiliki substansi obyek yang sama atau hampir sama. Obyek material ilmu geografi adalah fenomena geosfer. Geosfer merupakan lapisan-lapisan di bumi yang berkaitan dengan kehidupan. Geosfer  meliputi litosfer, hidrosfer, atmosfer, biosfer, dan antroposfer. Obyek materal itu juga menjadi bidang kajian bagi disiplin ilmu lain, seperti geologi, hidrologi, biologi, fisika, kimia, dan disiplin ilmu lain. Sebagai contoh obyek material tanah atau batuan. Obyek itu juga menjadi bidang kajian bagi geologi, agronomi, fisika, dan kimia.
Oleh karena itu untuk membedakan disiplin ilmu yang satu dengan disiplin ilmu yang lain dapat dilakukan dengan menelaah obyek formalnya. Obyek formal geografi berupa pendekatan (cara pandang) yang digunakan dalam memahami obyek material. Dalam konteks itu geografi memilki pendekatan spesifik yang membedakan dengan ilmu-ilmu lain. Pendekatan spesifik itu dikenal dengan pendekatan keruangan (spatial approach). Selain pendekatan keruangan tersebut dalam geografi juga dikenali adanya pendekatan kelingkungan (ecological approach), dan pendekatan kompleks wilayah (regional complex approach).
Tabel 1.2. Penjabaran Obyek Geografi



Obyek Geografi

Obyek Material
Geosfer, terdiri atas
-Litosfer
-Atmosfer
-Hidrosfer
-Biosfer
-Antroposfer

Obyek Formal
Pendekatan Geografi terdiri atas
-Keruangan (spasial)
-Kewilayahan (ekologi)
-Kewilayahan (komplek wilayah)


1. Obyek Material (Geosfer)
Materi yang dipelajari di geografi (obyek material) adalah :
·         Litosfer Gejala pada Lithosfer antara lain sebagai berikut:
Untuk mengurangi tingkat erosi, pemanfaatan lahan di daerah miring dilakukan dengan membuat sengkedan (terrasering).
·         Atmosfer . Gejala pada Atmosfer  antara lain sebagai berikut
Terjadi perubahan musim, akibat yang berpengaruh adalah pada musim penghujan, para petani mulai menggarap lahannya.
·         Hidrosfer Gejala pada Hidrosfer antara lain sebagai berikut:
Besar kecilnya air limpasan, selain dipengaruhi oleh besar dan lamanya hujan juga dipengaruhi oleh penggunaan lahan oleh manusia. Bila perbukitan yang seharusnya dijadikan tempat peresapan air, dijadikan untuk permukiman, atau kegiatan pertanian yang tidak memperhatikan pelestariannya, maka air limpasan semakin banyak. Air limpasan yaitu air yang mengalir di permukaan tanah (run off).
·         Biosfer  Gejala pada Biosfer
Keanekaragaman flora dan fauna menyebabkan keanekaragaman konsumsi bahan pangan. Pada daerah penghasil padi penduduk makan nasi dari beras, pada daerah gandum menggunakan terigu sebagai bahan untuk membuat makanannya. Keberadaan hewan juga demikian, contoh orang Thailand menggunakan gajah untuk membantu pekerjaannya, sedangkan di Indonesia penduduk memanfaatkan kuda, sapi dan kerbau. Hal ini disebabkan karena keberadaan dari hewan-hewan itu.
·         Antroposfer, Manusia di permukaan bumi beragam adat dan budayanya, hal ini mengakibatkan interaksi antara penduduk yang berbeda. Penduduk mempunyai keahlian yang berbeda-beda pula sehingga terjadi saling membutuhkan. Penduduk juga menempati tempat yang berbeda-beda kondisi alam dan sumberdayanya, hal ini menyebabkan kehidupannya juga menjadi beragam karena memanfaatkan alam yang berbeda perlu pengolahan dan alat yang berbeda pula.
Jadi perlu Anda ingat, objek studi yang menjadi kajian geografi, yaitu meliputi semua gejala geosfer baik gejala alam maupun gejala sosial serta interaksi antara manusia dengan lingkungannya.
2. Obyek Formal (Pendekatan Geografi)
Dalam mempelajari ilmu geografi, terdapat tiga pendekatan (obyek formal) yang digunakan untuk mengkaji, yaitu :

  • Pendekatan Keruangan (Spasial)
Pendekatan keruangan merupakan suatu cara pandang atau kerangka analisis yang menekankan eksistensi ruang sebagai penekanan. Eksisitensi ruang dalam perspektif geografi dapat dipandang dari struktur (spatial structure), pola (spatial pattern), dan proses (spatial processess) (Yunus, 1997)..
  • Pendekatan Kelingkungan(Ekologi)
Dalam pendekatan ini penekanannya bukan lagi pada eksistensi ruang, namun pada keterkaitan antara fenomena geosfera tertentu dengan varaibel lingkungan yang ada. Dalam pendekatan kelingkungan, kerangka analisisnya tidak mengkaitkan hubungan Kerangka umum analisis pendekatan kelingkungan dapat dicontohkan sebagai berikut.
Masalah yang terjadi adalah banjir dan tanah longsor di Ngroto Pujon Malang. Untuk mempelajari banjir dengan pendekatan kelingkungan dapat diawali dengan tindakan sebagai berikut. (1) mengidentifikasi kondisi fisik di lokasi tempat terjadinya banjir dan tanah longsor. Dalam identifikasi itu juga perlu dilakukan secara mendalam, termasuk mengidentifikasi jenis tanah, tropografi, tumbuhan, dan hewan yang hidup di lokasi itu. (2) mengidentifikasi gagasan, sikap dan perilaku masyarakat setempat dalam mengelola alam di lokasi tersebut. (3) mengidentifikasi sistem budidaya yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan hidup (cara bertanam, irigasi, dan sebagainya).
(4) menganalisis hubungan antara sistem budidaya dengan hasil dan dampak yang ditimbulkan. (5) mencari alternatif pemecahan atas permasalahan yang terjadi.
Dalam geografi lingkungan, pendekatan kelingungan mendapat peran yang penting untuk memahami fenomena geosfer. Dengan pendekatan itu fenomena geosfer dapat dipahami secara holistik sehingga pemecahan terhadap masalah yang timbul juga dapat dikonsepsikan secara baik.
  • Pendekatan Kewilayahan(Komplek Wilayah)
Permasalahan yang terjadi di suatu wilayah tidak hanya melibatkan elemen di wilayah itu. Permasalahan itu terkait dengan elemen di wilayah lain, sehingga keterkaitan antar wilayah tidak dapat dihindarkan. Pendekatan ini menekankan kaitan antara unsur-unsur di dalam suatu wilayah yang terkait dengan unsur pada wilayah lain. Misalnya di kota A terdapat unsur manusia akan terkait dengan unsur manusia di kota B dalam bentuk saling komunikasi dan interaksi.



Bagan. 1.3. Keterkaitan Obyek Material dan Obyek Formal
Bagan di atas adalah ibaratnya sebuah bangunan geografi, sebagai satua kesatuan antara obyek material dan obyek formal, serta ditunjukkan kaitan antar unsur-unsur obyek material dan obyek formal geografi.
Sampai bagian ini, Anda sudah menguasai materi belajar Pengertian, Obyek dan Pendekatan Geografi. Jika sekiranya masih ada keraguan dalam memahami materi disarankan mengulang lagi membaca materi dan juga membaca buku lain yang berkaitan
TUGAS MANDIRI 1.1
Untuk Menjelaskan Banjir dan Tanah Longsor Geografi mempunyai tiga macam pendekatan . Diskusikan dengan teman Anda manakah pendekatan yang paling tepat dalam menjelaskan dan menangani Banjir dan Carilah contoh-contoh nyata penerapan penanganan banjir dan tanah longsong dengan pendekatan geografi tersebut dari berbagai sumber!.





UJI KOMPETENSI 1.1
Pilihan Ganda
  1. Istilah Geografi pertama kali dikenalkan oleh ….
a.       Aristoteles
b.       Erastotenes
c.       Max Weber
d.       Cladius Ptolomeus
e.       Alfred Wegener
  1. Menurut simposium geografi di IKIP Semarang geografi mempelajari ….
a.       litosfer
b.       atmosfer
c.       geosfer
d.       hidrosfer
e.       biosfer
  1. Geografi mempunyai tiga pendekatan, pendekatan yang menekankan perbedaan eksistensi tiap ruang di permukaan bumi adalah....
a.       keruangan
b.       kelingkungan
c.       kewilayahan
d.       ekologi
e.       kompleks wilayah
  1. Obyek material geografi adalah geosfer yang terdiri atas....
a.       litosfer, atmosfer, hidrosfer, biosfer, troposfer
b.       litosfer, mesosfer, hidrosfer, biosfer, troposfer
c.       litosfer, atmosfer, hidrosfer, eksosfer , troposfer
d.       litosfer, atmosfer, stratosfer, biosfer , troposfer
e.       litosfer, atmosfer, hidrosfer, biosfer , antroposfer
  1. Bagian dari geosfer yang mempelajari perairan adalah....
a.       litosfer
b.       atmosfer
c.       antroposfer
d.       hidrosfer
e.       biosfer



  1. Bagian dari geosfer yang mempelajari persebaran flora dan fauna adalah....
a.       litosfer
b.       atmosfer
c.       geosfer
d.       hidrosfer
e.       biosfer
  1. Obyek geografi yang dapat membedakan antara ilmu geografi dengan ilmu-ilmu yang lain adalah....
a.       litosfer
b.       atmosfer
c.       spasial
d.       hidrosfer
e.       biosfer
  1. Untuk menjelaskan adanya perbedaan persebaran fauna di dunia mengunakan pendekatan....
a.       keruangan
b.       kelingkungan
c.       kompleks wilayah
d.       ekologi
e.       kewilayahan
  1. Untuk menjelaskan adanya kaitan antara mahluk hidup dengan lingkungannya menggunakan pendekatan….
a.       keruangan
b.       kelingkungan
c.       kompleks wilayah
d.       spasial
e.       kewilayahan
  1. Untuk menjelaskan adanya kaitan antara unsur-unsur lingkungan wilayah satu dengan wilayah lain menggunakan pendekatan….
a.       keruangan
b.       kelingkungan
c.       kompleks wilayah
d.       ekologi
e.       spasial


Isian Singkat
1.       Geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang….
2.       Pendekatan geografi yang menekankan eksistensi ruang adalah….
3.       Pendekatan geografi yang menekankan keterkaitan antar ruang atau wilayah adalah….
4.       Bagian dari geosfer yang mempelajari tanah dan batuan disebut….
5.       Bagian dari geosfer yang mempelajari perairan disebut….
6.       Obyek material geografi terdiri atas 5 hal yaitu….
7.       Obyek formal geografi terdiri atas 3 hal yaitu….
8.       Untuk mempelajari fenomena mudik lebaran menggunakan pendekatan ….
9.       Untuk mempelajari perbedaan fauna di dunia  menggunakan pendekatan….
10.   Untuk mempelajari pencemaran lingkungan menggunakan pendekatan….

Essay
1.       Jelaskan pengertian geografi menurut simposium geografi di IKIP Semarang!.
2.       Geografi mempelajari geosfer, jelaskan apa dimaksud geosfer  dan apa saja bagian dari geosfer?.
3.       Jelaskan 3 (tiga) pendekatan yang digunakan dalam mempelajari geografi?.
4.       Berikan contoh penerapan pendekatan keruangan dalam mempelajari geografi!.
5.       berikan contoh penerapan pendekatan kewilayahan dalam mempelajari geografi!.









KEGIATAN PEMBELAJARAN 2
 
 


Prinsip., Konsep dan Aspek Geografi
Setelah mempelajari bagian ini , Anda diharapkan dapat,
  1. Menjelaskan prinsip geografi
  2. Menjelaskan konsep geografi
  3. Menjelaskan ruang lingkup atau aspek geografi

2.1. Prinsip Geografi
Prinsip merupakan dasar yang digunakan sebagai landasan dalam menjelaskan suatu fenomena atau masalah yang terjadi. Prinsip juga berfungsi sebagai pegangan/pedoman dasar dalam memahami fenomena itu. Dengan prinsip yang dimiliki, gejala atau permasalahan yang terjadi secara umum dapat dijelaskan dan dipahami karakteristik yang dimilikinya dan keterkaitan dengan fenomena atau permasalahan lain.
Setiap bidang ilmu memiliki prinsip sendiri-sendiri. Ada kemungkinan satu atau beberapa prinsip bidang ilmu itu memiliki kesamaan dengan prinsip bidang ilmu yang lain, tetapi juga ada kemungkinan berbeda sama sekali. Dalam bidang geografi dikenali sejumlah prinsip, yaitu: prinsip penyebaran, prinsip interelasi, prinsip deskripsi dan prinsip korologi.
·         Prinsip persebaran, yaitu suatu gejala yang tersebar tidak merata di permukaan bumi yang meliputi bentang alam, tumbuhan, hewan dan Manusia. Misalnya persebaran penduduk di muka bumi yang tidak merata.
·         Prinsip interrelasi, yaitu suatu hubungan yang saling terkait dalam ruang, antara gejala yang satu dengan yang lain. Misalnya keterkaitan antara lempeng tektonik dan gejala vulkanisme.
·         Prinsip deskripsi, yaitu penjelasan lebih detail atau rinci mengenai gejala-gejala atau fenomena dalam sebah ruang. Deskripsi, selain disajikan dengan tulisan atau kata-kata, dapat juga dilengkapi dengan diagram, grafik, tabel, gambar dan peta. Misalnya penggambaran daerah baru oleh para geografer mengenai batuan, tanah, air, udara, flora fauna dan manusianya.
·         Prinsip korologi, yaitu gejala, fakta, ataupun masalah geografi di suatu tempat yang di tinjau sebarannya, interrelasinya, dan deskripsi dalam ruang tertentu, karena setiap ruang itu akan memberikan karakteristik kepada kesatuan gejala tersebut. Prinsip ini misalnya dapat digunakan  untuk mengkaji  keterkaitan antara gempa tektonik dan aktivitas vulkanisme di beberapa daerah disekitar gempa. Gempa tektonik tidak berkaitan langsung dengan vulkanisme, tetapi berkaitan secara tidak langsung, kaitan tidak langsung memerlukan uraian secara distributif faktor yang berpengaruh, interelasi dan deskripsinya.

2.2.Konsep Esensial Geografi
Konsep adalah pengertian dari sekelompok fenomena/gejala-gejala, sehingga dapat dipakai untuk menggambarkan berbagai gejala/fenomena yang sama. Ada 10 konsep esensial (dasar) geografi, yaitu
1.             Konsep Lokasi; yaitu letak di permukaan bumi, misalnya Gunung Bromo ada/ terletak di Jawa Timur.Konsep Lokasi; yaitu letak di permukaan bumi, misalnya Gunung Bromo ada/ terletak di Jawa Timur
2.             Konsep Jarak; yaitu jarak dari satu tempat ke tempat lain. Jarak dibagi menjadi jarak absolut dan jarak relatif. Jarak absolut merupakan jarak yang ditarik garis lurus antara dua titik. Dengan demikian jarak absolut adalah jarak yang sesungguhnya. Jarak relatif adalah jarak atas pertimbangan tertentu misalnya rute, waktu, biaya, kenyamanan dsb. Misalnya jarak Jakarta ke Bandung 180 km atau Jakarta – Bandung dapat ditempuh dalam waktu 3 jam melewati Puncak. Kedua hal ini merupakan contoh jarak relatif berdasarkan pertimbangan rute dan waktu.
3.             Konsep Keterjangkauan; yaitu mudah dijangkau atau tidaknya suatu tempat, misalnya dari Jakarta ke Kota Cirebon lebih mudah dijangkau dibandingkan dengan dari Jakarta ke Pulau Kelapa (di kepulauan Seribu) karena kendaraan Jakarta – Cirebon lebih mudah didapat dibandingkan dengan Jakarta – Pulau Kelapa
4.             Konsep Pola; yaitu persebaran fenomena antara lain misalnya pola pemukiman yang menyebar, yang berbentuk garis dan sebagainya
5.             Konsep Morfologi; yaitu bentuk lahan, misalnya dalam kaitannya dengan erosi dan sedimentasi.
6.             Konsep Aglomerasi; yaitu pola-pola pengelompokan/konsentrasi. Misalnya sekelompok penduduk asal daerah sama, masyarakat di kota cenderung mengelompok seperti permukiman elit, pengelompokan pedagang dan sebagainya. Di desa masyarakat rumahnya menggerombol/mengelompok di tanah datar yang subur
7.             Konsep Nilai Kegunaan; yaitu nilai suatu tempat mempunyai kegunaan yang berbeda-beda dilihat dari fungsinya. Misalnya daerah wisata mempunyai kegunaan dan nilai yang berlainan bagi setiap orang. Tempat wisata tersebut belum tentu bernilai untuk pertanian atau fungsi lainnya.
8.             Konsep Interaksi dan Interdependensi; yaitu keterkaitan dan ketergantungan satu tempat dengan tempat lainnya. Misalnya antara kota dan desa sekitarnya terjadi saling membutuhkan.
9.             Konsep Deferensiasi Areal; yaitu fenomena yang berbeda antara satu tempat dengan tempat lainnya atau kekhasan suatu tempat.
10.         Konsep Keterkaitan Keruangan (Asosiasi); yaitu menunjukkan derajad keterkaitan antar wilayah, baik mengenai alam atau sosialnya.
Berikut ini contoh pengembangan konsep geografi dalam uraian yang lebih lengkap, dengan mengambil salah satu konsep yaitu aglomerasi pemukiman.
Pola persebaran pemukiman berbeda-beda, hal ini disebabkan keadaan wilayah yang berbeda-beda pula. Persebaran pemukiman itu antara lain disebabkan oleh adanya sungai atau jalan raya, pusat kegiatan ekonomi, adanya daerah tambang, pola penggunaan tanah, alasan keamanan dan sebagainya.Pola persebaran pemukiman dapat ditinjau dari dua aspek yaitu kejarangannya dan bentuknya. Kejarangannya terdiri dari menggerombol (clustered), menyebar tak teratur (random) dan teratur (regulair).
2.3 Aspek Geografi
Secara garis besar, seluruh objek kajian geografi dapat dibedakan atas dua aspek utama, yaitu aspek fisik dan aspek sosial., William Kirk telah menyusun struktur lingkungan geografi yang digolongkan menjadi lingkungan fisikal dan lingkungan non fisikal.
A. Aspek fisik
1. Aspek topologi
· Letak
· Luas
· Bentuk
· Batas
2. Aspek non-biotik
· Tanah
· Air
· Iklim
3. Aspek biotik
· Manusia
· Hewan
· Tanaman
B. Aspek sosial
1. Aspek sosial
· Tradisi, adat
· Kelompok
· Masyarakat
· Lembaga sosial
2.
Aspek ekonomi
· Industri
· Perdagangan
· Perkebunan
· Transportasi
· Pasar,
3. Aspek budaya
· Pendidikan
· Agama
· Bahasa
· Kesenian,
4.
Aspek politik
· Pemerintahan
· Kepartaian

2.3.1.        Ilmu Penunjang Geografi
Dengan aspek yang begitu luas geografi ditunjang oleh ilmu-ilmu berikut
·         Geologi : ialah ilmu yang mempelajari bumi secara keseluruhan: kejadian, struktur, komposisi, sejarah, dan proses perkembangannya.
·         Geofisika : ialah ilmu yang mengkaji sifat-sifat bumi bagian dalam dengan metode teknik fisika, seperti mengukur gempa bumi, gravitasi, medan magnet, dan sebagainya.
·         Meteorologi : ialah ilmu yang mempelajari atmosfer, misalnya udara, cuaca, suhu, angin, dan sebaginya.
·         Astronomi : ialah ilmu yang mempelajari benda-benda langit diluar atmosfer bumi, seperti matahari, bulan, bintang, dan ruang angkasa.
·         Biogeografi : ialah studi tentang penyebaran makhluk hidup secara geografis di muka bumi ini.
·         Geomorfologi : ialah studi tentang bentuk-bentuk muka bumi dan segala proses yang menghasilkan bentuk-bentuk tersebut.
·         Hidrografi : ialah ilmu yang berhubungan dengan pencatatan, survey serta pemetaan laut, danau, sungai, dan sebagainya.
·         Oseanografi : ialah ilmu yang mempelajari lautan, misalnya: sifat air laut, pasang surut, arus, kedalaman, dan sebaginya.
·         Paleontologi : ialah ilmu tentang fosil-fosil serta bentuk-bentuk kehidupan dimasa purba (prasejarah) yang terdapat dibawah lapisan-lapisan bumi.
·         Antropogeografi : ialah cabang gografi yang mempelajari penyebaran bangsa-bangsa di muka bumi dilihat dari sudut geografis. Oleh karena itu, disebut juga etnografi.
·         Geografi Matematik : ialah ilmu geografi yang berkenaan dengan perkiraan bentuk, ukuran serta gerakan bumi: lintang dan bujur geografi, meridian, paralel, luas permulaan bumi dan sebaginya (kadang-kadang disebut juga geografi teknik).
·         Geografi Historik : ialah cabang geografi yang mempoelajari bumi ditinjau dari sudut sejarah dan perkembangannya.
·         Geografi Regional : ialah cabang geografi yang mempelajri suatu kawasan tertentu secara khusus, misalnya, Geografi Asia Tenggara, Geografi Timur Tengah, dan sebagainya.
·         Geografi Politik : ialah cabang geografi yang khusus mengkaji kondisi-kondisi geografis ditinjau dari sudut politik atau kepentingan negara.
·         Geografi Fisik : ialah cabang geografi yang mengkaji tentang bentuk dan struktur permukaan bumi, yang mencakup aspek geomorfologi dan hidrologi.
·         Geografi Manusia : ialah cabang geografi yang mengkaji tentang aspek sosial, ekonomi, dan budaya penduduk.

 2.3.2.Klasifikasi dan Cabang-Cabang Geografi
Menurut Hagget, cabang geografi dapat diuraikan sebag